Jumat, 06 Februari 2015

TIPS MENCARI MAKANAN DAN VAKSIN

1. Kadar protein:
    Usahakan memilih dogfood yang memiliki kadar protein kurang dari 30%. Di Negara tropis  seperti Indonesia, anjing tidak memerlukan protein yang tinggi. Kelebihan protein akan mengakibatkan gatal-gatal, tulang kaki bengkok seperti kekurangan kalsium, batu ginjal, dll.
2. Kadar lemak:
    Kadar lemak yang paling baik untuk anjing di Negara kita berkisar 12%- 20%. Untuk anjing yang pencernaannya kurang baik, suka mencret sebaiknya dipilih dogfood yang berkadar lemak rendah.
3. Pilih dogfood yang tanggal kadaluarsanya masih lama.
4. Masa percobaan sekitar 2 minggu, jika dalam 2 minggu tidak terlihat adanya gangguan berati dogfood tersebut cocok.


Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit strategis pada hewan kesayangan , terutama anjing. Menurut pengalaman, tindakan vaksinasi relative efektif dalam menurunkan insidens penyakit tertular pada anjing. Namun hal tersebut perlu didukung oleh cara pemeliharaan yang benar dan baik.
Pada dasarnya semua ras anjing membutuhkan vaksinasi termasuk anjing blasteran atau campuran. Anggapan bahwa anjing blasteran tidak memerlukan vaksinasi sebenarnya kurang tepat, karena penyakit-penyakit strategis tersebut tetap dapat menyerang semua ras anjing tanpa pengecualian. Beberapa penyakit tersebut menyebabkan hal yang fatal terhadap anjing kesayangan kita.


Pada usia 2 bulan anjing dapat memulai vaksinasi. Vaksinasi hanya dapat diberikan pada anjing yang dalam kondisi sehat. Terdapat beberapa tahapan vaksinasi pada anjing sebelum mereka dapat menerima vaksinasi lengkap yang diulang setiap satu tahun sekali. Setelah vaksinasi diberikan maka titer antibody baru akan tercapai maksimal setelah 14 hari. Oleh karenanya anjing yang baru menerima vaksinasi harus benar-benar diperhatikan pemeliharaannya.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan berhubungan dengan vaksinasi antara lain :
1. Anjing yang baru dibeli sebaiknya tidak langsung divaksin, namun dibiarkan beradaptasi dengan rumah barunya +/- 1 minggu.
2. Setelah vaksinasi diberikan , anjing sebaiknya tidak langsung dipindahkan ke lingkungan baru atau menempuh perjalanan yang jauh.
3. Anjing tidak dimandikan dulu +/- 1 minggu setelah diberikan vaksinasi. Untuk anak anjing sebelum vaksinasinya lengkap sebaiknya tidak dimandikan terlebih dahulu. Untuk sementara anda dapat menggunakan dry shampoo yang dijual di took keperluan hewan.
4. Sedapat mungkin kontak dengan anjing yang belum jelas status kesehatannya dicegah setelah vaksinasi , terutama 2 minggu setelah vaksinasi.
5. Anjing sebaiknya ditempatkan pada lingkungan yang terhindar dari cuaca dingin/hujan.

Pada anjing terdapat 6 penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu: Parvo Virus, Leptospirosis, Infectious Canine Hepatitis, Kennel Cough, dan Rabies. Dua diantara penyakit tersebut yaitu Leptospirosis dan Rabies bersifat zoonosis / menularkan pada manusia. Anak anjing dapat menerima vaksinasi terhadap penyakit-penyakit tersebut secara bertahap sesuai dengan perkembangan umumnya.
Dengan memberikan vaksinasi menurut program yang baik maka kemungkinan hewan kesayangan kita terinfeksi oleh penyakit akan berkurang. Ditambah dengan pemeliharaan yang baik maka kesehatan hewan-hewan tersebut akan lebih terjamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar